13 June 2013

Semaikan Entrepreneur dari Kampus

Kamus besar bahasa Indonesia mendefinisikan Entrepreneur sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.

Dengan ciri tersebut, maka entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif serta imajinatif ketika ada sebuah peluang usaha dan bisnis baru, serta harus dapat memberdayakan dirinya untuk kebaikan sekitarnya, bukan orang yang memanfaatkan sekitarnya untuk kepentingan dirinya (lihat http://cahayaentrepeneur.blogspot.com).

Dari pengertian diatas, entrepreneur menjadi semacam kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang yang menginginkan pada dirinya muncul sebuah hal-hal baru. Yang mampu mengelola hal-hal baru tersebut, tak hanya bagi dirinya sendiri, namun untuk khalayak luas.

Setali tiga uang dengan pengertian tersebut, maka peran mahasiswa sebagai agent perubahan (agent of change) dituntut untuk selalu dapat berpikir kreatif dalam menyelesaikan problem-problem yang ada di sekitarnya.

Dengan pola pikir yang kreatif dan imajinatif, mahasiswa tak terkungkung dalam stigma intelektual yang berada di menara gading, alias tak dapat bersentuhan dengan problem kehidupan yang multikompleks.

Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menumbuhkembangkan jiwa entrepeneur ke dalam  sistem kurikulum pembelajaran di setiap kampus dan mengintegrasikannya tak hanya terbatas dalam sekat ruang kelas. Membagi porsi teori dan praktik yang memadai dengan dukungan sumber daya manusia pengajar yang mumpuni dan berkualitas, sehingga diharapkan tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.

Tiap mahasiswa yang memprogram matakuliah entrepeneur, diharapkan tak hanya mendapatkan wawasan tentang ke-entrepreneuran semata, namun lebih dari itu, mereka mampu memberikan produk pemikiran kreatif-imajinatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan problematika yang dibutuhkan masyarakat.

Manfaat lain dari matakuliah ke-entrepreneuran/ kewirausahaan yang apabila diterapkan di setiap perguruan tinggi adalah membentuk sikap mahasiswa yang mandiri, etos kerja tinggi, semangat pantang menyerah, berpikir kreatif-imajinatif, yang secara keseluruhan merupakan ‘roh’ yang harus dimiliki oleh setiap entrepreneur.

Sehingga, pola pikir sebelumnya yang mengatakan bahwa mahasiswa lulus kuliah untuk mencari kerja, berangsur-angsur akan terhapus dan terganti dengan predikat lulus kuliah dan  menciptakan lapangan kerja.

Diharapkan, dengan bertambahnya jumlah entrepreneur di negara ini akan berimplikasi pada kemakmuran dan kesejahteraan para penduduknya. Yang dapat berkompetisi tak hanya dalam tataran lokal, namun sudah mengglobal.

Semoga dengan demikian, sebutan pengangguran intelektual dapat segera terkikis habis dan tak pernah muncul lagi dalam pelbagai pemberitaan. (roelsebloe)    

Selengkapnya lihat:
http://beasiswadataprint.com/
www.dataprint.co.id      

http://cdn-media-1.lifehack.org/

0 komentar: