5 January 2012

Darah dan Hemodinamika dalam Sistem Sirkulasi


DARAH
  • Mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
  1. Sebagai transportasi
  2. Hemostatis
  3. Pertahanan

Darah tersusun dari 2 komponen:
  1. Sel-sel darah
  2. Plasma darah terdiri atas
    • 91-92% air
    • 8-9% mineral anorganik (K, Na, J, Fe, Ca)
dan mineral organik (karbohidrat, protein, lemak, serta kolesterol, hormon, enzim, dan antibodi)

  • Protein Plasma: Albumin, Globulin (α, β, γ), Fibrinogen
    • Fungsi Albumin utamanya adalah menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler tekanan osmotilk koloid (mencegah keluarnya cairan plasma dan kapiler)

    • Fungsi Globulin adalah mengangkut zat-zat (protein) dalam sirkulasi perlindungan tubuh terhadap infeksi (antibodi)

    • Fungsi Fibrinogen pembekuan darah

Sel-sel darah terdiri atas: eritrosit, leukosit, dan trombosit

  • ERITROSIT (Sel Darah Merah/ Red Blood Cell-RBC)


    • Berbentuk bikonkaf
    • Berjumlah 25 triliun: 5,2 juta/mm3 (laki-laki); 4.7 juta/ mm3 (perempuan)
    • Jumlah eritrosit bervariasi pada usia, ketinggian lingkungan tempat tinggal






Polisitemia.
Yaitu apabila eritrosit lebih banyak daripada N (Eritrosit berjumlah 6-8 juta/mm³)
Dalam keadaan seperti itu, ada 2 kondisi Polisitemia, Fisiologis dan Polisitemia Patologis:

  1. Polisitemia Fisiologis:
Tejadi di pegunungan, ketika kadar Oksigen (O2) sedikit, tekanan O2 juga menurun. Kondisi ini merangsang sel-sel untuk membentuk Erithropoisis Stimulating Factor (ESF) yang berfungsi untukmenstimulir eritrosit.

ESF bertujuan untuk merangsang depot darah limpa dan hati sehingga menyebabkan produksi erotrosit meningkat.

  1. Polisitemia Patologis
Tejadi pada penyakit jantung, yaitu ketika jantung gagal mengirim O2 ke jaringan.

Anemia,
Bila jumlah eritrosit lebih sedikit daripada N
Sama dengan Polisitemia, ada 2 kondisi Anemia: fisiologis, dan patologis.
  1. Anemia Fisiologis (jarang terjadi)
  2. Anemia Patologis:
    • Pembentukan eritrosit menururn disebabkan karena keracunan bone marrow, penyakit bone marrow
    • Destruksi eritrosit yang terlalu cepat (kagagalan kematangan, penyakit dsb)

Faktor-faktor yang ikut membentuk Eritrosit, antara lain: Fe, Vit B12, dan Protein. Ketiga faktor tersebut adalah zat pembentuk Haemoglobin (Hb). Dibentuk di sumsum tulang belakang.

Hb berfungsi untuk mengangkut O2 dilakukan secara oksigenasi (ikatan labil), bukan secara oksidasi (ikatan stabil).
Hb + O2 HbO2 (Warna merah terang, apabila Hb mengikat O2)
(Umur Eritrosit adalah 120 hari, setelah fase tersebut, akan dihancurkan di Limpa)

  • LEUKOSIT (Sel Darah Putih/ White Blood Cell-WBC)
Jumlah : 7000/mm³
Bahan pembentuk : Vitamin dan Asam Amino
Komposisi Leukosit:
  1. Granulosit (Netrofil-62%)
(Eosinofil- 2,3%)
(Basofil-0,4%)
  1. Limfosit
  2. Monosit





Pada sumsum tulang belakang adalah tempat pembentukan granulosit dan monosit, sementara limfosit tempat pembentukannya di kelenjar limfe, limpa, tonsil, dan timus.

Fungsi Leukosit:
    • Pertahanan tubuh terhadap infeksi
    • Merupakan satuan penggerak (unit mobile) dari sistem pertahanan tubuh
Pada komponen Granulosit dan Monosit memiliki peran sebagai fagositosis
Sedangkan Limfosit, fungsi utamanya adalah menyerang dan menghancurkan kuman.

Sistem kekebalan tubuh akan meningkat jika melakukan aktivitas/ latihan fisik, namun akan mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh jika dilakukan secara berlebihan.

  • TROMBOSIT (platelets) 
     
Jumlah : 200.000-400.000/mm³
Fungsi : pembentukan darah
Dibentuk : pada sumsum tulang

Mekanisme sumbat Trombosit:
Bila trombosit bersentuhan dengan permukaan yang dapat bersifat basah seperti serabut kolagen, maka akan berubah dab menjadi bengkak dan bersifat lengket yang adan mengakibatkan sumbatan trombosit.

Mekanisme pembekuan darah;
Saat pembuluh darah robek, maka akan terbentuk zat aktivator protrombin yang fungsinya mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin sendiri berfungsi sebagai enzim pengubah fibrinogen menjadi fibrin.

ProtrombinTrombin (mengubah FibrinogenFibrin)



Apa itu Heparin..?
Adalah suatu antikoagulan yang kuat untuk mencegah pembekuan, antaralain:
    • cegah pembentukan aktivitas protrombin
    • hambat kerja trombin

  • GOLONGAN DARAH
    • 4 macam golongan darah: A, B, AB, dan O
    • Darah O disebut donor universal (dapat memberikan darah ke semua jenis)
    • Darah AB disebut resipien universal (dapat menerima semua jenis gol. darah)


      HEMODINAMIKA
      Aliran Darah dan Tekanan Darah

    • Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah

    Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tertutup bercabang dan membawa darah dari jantung ke jaringan kemudian kembali ke jantung.
    Ada 3 jenis pembuluh darah utama: Arteri, Kapiler, Vena.
  • Arteri berfungsi untuk membawa darah meninggalkan jantung
    • Struktur dinding ada 3 lapis: adventisia (luar), media (tengah), intima (dalam)
    • Jenis arteri:
      • Arteri elastik : arteri terbesar pada jantung, memiliki dinding yang tersusun terutama dari jaringan elastik
      • Arteri muskular : disebut arteri penyebar, merupakan cabang dari arteri elastik, memiliki otot polos untuk merespons stimulus saraf
      • Arterin kecil : menahan aliran pulsatif darah menjadi aliran yang tenang
      • Arteriol : arteri kecil, yang membawa darah ke jaringan

  • Kapiler adalah saluran mikroskopik untuk penukaran nutrien dan zat sisa antara darah dan jaringan.
    • Kapiler menghubungkan arteriol-venula
    • Seluruh jaringan memiliki kapiler, kecuali kartilago, rambut, kuku, dan kornea mata

  • Vena berfungsi membawa darah kembali ke atrium jantung
    • Struktur dinding vena:
      • Sistem vena berdinding tipis dan dapat mengembang
      • Vena menampung 75% volume darah total dan mengembalikan darah ke jantung dalam tekanan yang sangat rendah
      • Vena memiliki katup yang berfungsi untuk mencegah aliran balik
    • Jenis Vena:
      • Kaliparvenula postkapilarvenula
      • Vena kecil-vena sedang-vena besar

TEKANAN DARAH
  • Tekanan darah arteri: kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampungnya
Tekanan ini berubah-ubah pada setiap siklus jantung
  • Tekanan darah sistolik: pada saat sistole ventrikuler, saat ventrikel kiri memaksa darah masuk Aorta (tekanan sampai puncak)
  • Tekanan sistole: dihasilkan oleh ototjantung yang mendorong isi ventrikel masuk ke arteri yang teregang
  • Tekanan diastole: nilai terendah selama diastole
Selama diastole, arteri tetap mengembang karena tekanan perifer dari arteriol-arteriol menghalangi semua darah masuk ke jaringan
Tekanan darah tergantung pada:
  • Kekuatan jantung
  • Volume darah yang dipompa jantung
  • Kekuatan kontraksi otot dalam dinding arteriol
Kontraksi ini dipertahankan oleh saraf vasokontriktoroleh pusat vasomotorikmedula oblongata



0 komentar: