Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

18 April 2011

Ekspresikan Gagasanmu dalam Tulisan

Rautan kata dalam kalimat dan menuangkan gagasan yang ada dalam pikiran dalam tulisan, Itulah yang coba diterapkan oleh Dosen mata kuliah psikologi olahraga sekaligus Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga Unesa, Bapak Ali Maksum. Seakan ingin menyadarkan semua mahasiswa yang ada dalam satu kelas yang diajarnya, Siang itu, Pak Ali panggilan akrabnya, memberikan banyak contoh kasus bagaiman seorang mahasiswa yang kesulitan untuk menyampaikan gagasan dalam skripsi.

14 April 2011

Cara Berpikir Sehat dari Pak Ali

Perkuliahan Psikologi adalah perkuliahan yang menurutku adalah perkuliahan yang menyenangkan dan memberikan pencerahan. Ada banyak nilai plus ketika kita mengikuti perkuliahan yang diajar oleh Ketua Jurusan (Kajur) Pendidikan Olahraga ini. Dr. Ali Maksum adalah pengajar matakuliah Psikologi Olahraga.

Dari cara penyampaian beliau yang friendly dan bertujuan untuk menggali berbagai opini, membuat setiap para mahasiswa yang diajarnya merasa sebagai individu yang dihargai, karena dari metode pengajaran yang tidak mengguri dan memberikan ruang demokrasi kepada setiap mahasiswa.

Dalam setiap perkuliahan beliau akan menyampaikan bahwa beliau akan senang dan bersemangat ketika mengajar dengan banyaknya mahasiswa yang bertanya ketika perkuliahan dilaksanakan. Dalam hal lain beliau juga akan sanhgat bersemangat ketika ada seorang mahasiswa yang memberikan kritik ketiak ada sesuatu yang kurang benar. Sebaliknya beliau akan sangat sedih jika dalam aktivitas perkuliahan, mahsiswa tidak ada yang bertanya dan hanya diam pasif mendengarkan tanpa berkomentar.

Karena beliau memberikan kuliah psikologi dengan cabang olahraga yang secara langsung berkaitan dengan mental, maka tidak heran jika setiap perkuliahan akan diisi dengan berbagai pemikiran, nasehat dan motivasi yang menyadarkan berbagai pemikiran yang salah dari para mahasiswa. Pak Ali, begitu beliau biasa disapa pernah memberikan statement yang membuat kami semua tergerak. Bahwasanya mental orang miskin diseluruh dunia hampir sama, ketika itu beliau memberikan sebuah kisah dua orang miskin yang ada di pedalaman eropa, salah satunya mempunyai seekor sapi, sehingga membuat iri si miskin yang lainnya.

Nah, singkat cerita saat ada dewa/ peri yang memberikan satu permintaan yang pasti akan dikabulkan kepada si miskin yang tidak mempunyai sapi, maka yang mengherankan bukannya si miskin tadi minta sapi yang lebih untuk bersaing secara kompetitif dengan si miskin yang mempunyai sapi, tapi malah ia kepada si peri agar sapi si miskin tadi mati.

Memang realita yang terjadi adalah ketika seseorang dalam garis kemiskinan, ia akan iri dengan tetangga yang  misalnya mempunyai sebuah motor baru, dan pasti dia akan mendoakan agar motor yang dipunyainya cepat rusak, dsb. Tapi semoga itu terjadi pada mereka yang miskin harta dan miskin hati, karena pada dasarnya ketika  orang jatuh miskin itu adalah kehendak dari Allah , ikhtiar dan doa kepada Allah agar ia dapat berubah.

Dari penjelasan Pak Ali selanjutnya adalah begaimana kekuatan pikiran akan sangat berpengaruh pada perasaan dan tingkah laku, maka tak heran the power of thinking akan berpengaruh secara tidak langsung pada diri seseorang.

Pikiran-->Perasaan-->Tingkah laku

Maka saat seorang atlet yang akan bertanding, jika dia was-was maka ada sesuatu yang salah dengan mental dan psikisnya. Dalam  Psikologi olahraga ada teori pelatihan mental. Yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi untuk para atlet.(roelsebloe@FIKUnesaLab)

18 March 2011

3 Jam Bernapas dengan Mulut

Bernapas dengan mulut, mengatupkan hidung dan memperbaiki koordinasi antara napas, gerakan kaki dan tangan. Sesekali air pun tertelan..haha..

Mata kuliah renang adalah mata kuliah yang dianggap momok bagi sebagian mahasiswa penjas. Bukan tanpa alasan mereka menjadikan hal itu menjadi sebuah batu karang yang menghalanginya untuk lulus. Salah satunya adalah ketakutan tersendiri yang dirasakan manakala kaki,badan dan seluruh anggota tubuh sudah terendam dalam air kolam yang dingin.

Tapi, jika sudah merasakan mata kuliah ini, kita pasti akan ketagihan. air kolam yang dulunya dingin menggigil seakan menyegarkan, dan perasaan takut yang meraut akan menjadi perasaan senang, semangat dan seakan ingin mengulanginya lagi. Apalagi 3 Dosen yang selalu mengawasi dan mengarahkan tak bosan-bosannya memberikan motivasi dan semangat kepada semua mahasiswa.Dalam perkuliahan yang sering menjadi momok bagi para mahasiwa ini pun, diharuskan minimal menguasai 2 gaya dari 4 gaya yang diajarkan. Gaya bebas, punggung, dada dan kupu-kupu adalah keseluruhan gaya yang harus kita perjuangkan untuk bisa.

Latihan yang rutin dengan intensitas yang sering, akan membuat gerakan kita semakin mudah di air. Teringat ucapan Pak Siswanto saat perkuliahan renang berlangsung. " Mata kuliah praktek harus sering dilatih dan dilatih, mana mungkin menjadi mahir jika hanya sekali seminggu ke kolam renang". Begitulah mata kuliah renang dan mata kuliah praktek yang lian, jika semakin dilatih akan semakin bisa.(roelsebloe @ sam.net)

31 October 2010

Menjadi Pendidik yang Kreatif

Hari Jum'a (29/10), ketika banyak orang masih terlelap dengan buaian perjalanan ke pulau kapuk, saat mahasiswa fakultas lain masih bermimpi menjadi sarjana dengan lulus tercepat, dan disaat mahasisiwa Fakultas Ilmu Keolahragaan lain masih memberatkan mata, karena semalaman dipakai cangru'an dan begadang.

Disisi lain, dibelahan bumi sebelah barat kota Surabaya, tepatnya dilintasan atletik Unesa, gerombolan mahasiswa FIK kelas C dan D, memeras keringat dan kemampuan untuk mengikuti perkuliahan atletik, sebuah ata kuliah yang dirasa cukup berat oleh teman kami yang kebetulan mempunyai berat badan diatas rat-rata, dan dirasa lebih berat lagi oleh salah satu teman kami yang tidak suka dengan olah raga, tapi kesasar di fakiltas olahraga.

Dikesempatan pagi itu, mobil kijang biru tua sudah berada di selatan lintasan , rupanya pagi itu Pak Feri semangat sekali sehingga, kami tidak mengira beliau sudah datang terlebih dahulu. Kamipun dengan bergegas segera meluncur dan cepat-ceopat pemanasan, agar tidak kalah ama beliau.

Pak Feri seorang dosen yang bersahaja, sama halnya dengan dosen-dosen lain yang ada di Unesa, khususnya di lingkungan FIK., memiliki kata-kata yang dapat menyihir kami para mahasiswa yang memang butuh suntikan motivasi untuk dapat selalu semangat berjuang menggapai cita-cita.Kamipun dengan khidmat mendengar dan mengolah  setiap kata yang keluar dari beliau. Kata-kata motivasi yang beliau sampaikan akan menjadi bekal berharga untuk nanti menjadi pendidik yang inspiratif.

Saat pembagian kelompok estafet pun kami tidak menyadari , bahwa permainan yang kami lakukan  adalah permaian untuk membagi kelompok. Jadi ketika kami diminta jogging beberapa kali kemudian ketika ada aba-aba dari beliau kami pun disuruh untuk mengumpul sesuai dengan intruksi dari beliau.Yang menarik semua metode tersebut didapat secara spontan, setelah melihat salah seorang mehasiswa yang diminta maju kedepan melakukan gerakan koodinasi yang barusan diajarkan oleh Pak Vega. Sedikit catatan, Pak Vega ini adalah mantan atlet nasional yang kemaren barusan mengikui seminar kepelatihan di Jakarta.

Jadi dapat disimpulkan, mejadi pendidik butuh kreatifitas, lantas bagaimana menjadi seorang pendidik yang kreatif,..??
Itulah yang kita cari dan yang akan kita pelajari..semoga!!

14 October 2010

Atletik Dasar ( Estafet)

Jum'at,08 Okt 2010, 05.30 wib
Lapangan Atletik Sintetis-Unesa

I. Jogging 6 Putaran
Seperti biasanya, kami mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unesa, memulai aktivitas perkuliahan dengan jogging 6 kali putaran di lintasan lapangan Atletik Unesa, tidak ada yang tertinggal atau kurang dalam rutinitas yang diwajibkan oleh Dosen mata kuliah atletik kami, Bapak Bambang Ferianto dan Assisten dosen BapakVega Candra. Untuk pagi yang agak dingin kali ini Pak Feri, begitu panggilan akrab dosen kamiini, memberikan tes Lari estafet 4x100m, dan limit waktu yang diberikan adalah 54 detik. Artinya, kami 1 kelompok yang terdiri dari 4 orang mahasiswa, harus berupaya keras untuk dapat berjuang, dan melewati satu putaran dengan limit waktu kurang dari 54,00 detik, kompensasi lulusakan menenti, dan yang tidak masuk limit, yaa..harus mengulang pada kesempatan kedua, biasanya untuk kesempatan yang kedua, catatan waktunya relatif tidak lebih baik dari catatan waktu pertama, karena tenaga sudah terkuras dulu. Dan jika itu yang didapat, maka kita harus mengulang, pada UAS nanti.Ada 4 tahap tes adalah yang harus kita lewati, dalam mata kuliah yang diajarkan Pak Feri ini. Mungkin kami pikir, ngapain susah-susah, koq keliatannya mau jadi atlet ..begitu awal-awal yang ada di pikiran kami. Tapi kami harus siap, kami harus berjuang, karena tidak mudah untuk menjadi pendidik, ibaratnya kami sekarang sedang di-drill dalam suatu kawah candra dimuka, dan Unesa adalah tempatnya. Kamipun bertekad kuat nantinya 4 tahun lagi untuk dapat lulus  dalam proses ini dan menjadi seoran guru atau pendidik, sesuai dengan jurusan kami, Pendidikan Olahraga.Semoga!