Jika entri pertama, ada olahraga tradisional semacam gasing, gobak sodor dan egrang, maka lanjutannya yang kedua masih tentang macam-macam olahraga tradisional, tapi sekarang berlanjut ke congklak, karapan sapi, pacu jalur, patihol dan pencak silat. Ya, pencak silat termasuk olahraga tradisional, karena olahraga tersebut adalah warisan nenek moyang kita sejak zaman lampau. Mau lebih lengkap..Yuk, kita simak beberapa diantaranya:
CONGKLAK

KARAPAN SAPI
Karapan sapi merupakan isti;lah
untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa
Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu
(tempat joki berdiri dan mengendalikan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu
cepat melawan sapi-sapi yang lain. Trek pacuan tersebut biasanya sekitar 100
meter dan lomba pacuan tersebut dapat berlangsung sekitar 10-15 detik. Karapan
sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengililingi arena pacuan
dengan diiringi gamelan jawa yang dinamakan saronen. Babak pertama adalah penentuan kelompok menang dan
kelompok kalah. Babak kedua adalah penentuan juara kelompok kalah., sedangkan
babak ketiga adalah penentuan juara kelompok menang.
PACU JALUR

PATHOL

PENCAK SILAT
Tradisi silat diturunkan secara
lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena
itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Kebanyakan
sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke
daerah yang lain. Seperti asal mula aliran silat Cimande yang mengisahkan
tentang seorang perempuan yang menyaksikan pertarungan antara harimau dan monyet,
dan ia mencontoh pertarungan hewan tersebut. Silat diperkirakan menyebar di
kepulauan nusantara semenjakl abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum
dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini sudah diakui sebgai budaya
suku melayu, yaitu para penduduk daerah pesisir Sumatera, daerah Jawa, Bali,
Kalimantan, Sulawesi, dan Semenanjung Malaka.*
(darulsetiawan@dBox.net-Porong)
0 komentar:
Post a Comment