Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

11 March 2013

Saat 'Warga Bali' Kembali Bermigrasi

Photo by roelsebloecreative@2013


Sama seperti tahun lalu, saat mendekati hari raya Nyepi, teman kami, Zulvicar Azzam kembali pulang ke kampung halamannya. Bukan ke negerinya Kajol dan Shah Rukh Khan, namun ke Magersari, belakangnya Alun-alun kota Udang. Tiap kali kepulangannya ke kampung halaman, ada efek berantai yang akan dibawanya. Setidaknya itulah yang kami rasakan, kawan, sahabat, dan saudara seperjuangannya ketika sama-sama berasrama dan bersekolah di SMA Negeri Olahraga. Entah mengapa, kenangan masa SMA takkan bisa terhapus begitu saja dari Long Therm Memory otak ini..


Ketika Kuliah Ikut-ikutan Kejepit



Senin menjadi hari paling membahagiakan bagi sebagian orang. Dengan posisi diantara Ahad dan Selasa yang sama-sama berwarna merahnya, hari Senin diekspresikan bermacam makna dan aktivitas. Mereka-mereka yang bekerja dibawah otoritas swasta lebih banyak yang masuk kerja. Sedangkan untuk mereka-mereka yang berpenghasilan dari uang rakyat, sebagian ada yang masih tetap beraktivitas layaknya hari Senin biasanya, sebagian yang lain meliburkan dirinya, tergantung kebijakan pimpinan. Tak terkecuali aktivitas kampus.


Kabar dari Sahabat



Syaiful Anshor, sahabat yang sekaligus menjadi saudara seperjuangan di Smanor, tiba-tiba muncul dengan pesan singkatnya. Kemunculannya yang tiba-tiba itu seolah menandaskan keberadaannya yang selama ini diliputi ‘misteri’. Maklum saja, sekian lama ‘berpisah’ setelah lulus SMA, Anshor-panggilannya, seolah ‘menghilang’ dari tangkapan radar teman-teman seangkatan enam. Nomor hape yang diberikannya terakhir kali tak aktif, di cari di search engine sampai di laman FB-pun tak ketemu.

6 March 2013

Menulis Membuat Kita Abadi




Photo by admin KBM 
Judul diatas merupakan tagline dari Komunitas Bisa Menulis (KBM). Salah satu komunitas yang tergabung dalam grup Facebook yang saya ikuti beberapa saat yang lalu. Bergabung dengan komunitas yang dikelola Asma Nadia dan Isa Alamsyah ini seolah menjadi oase bagi diri ini untuk menggali minat menulis yang sempat terpendam dalam. Saking dalamnya, seolah-olah untuk bangkit dari ‘keterpendaman’ dibutuhkan waktu yang tak singkat.


Pak Kyai dan Rumahnya

Allahuyarham Ustadz Abdurrahim Nur, MA.
Bila kau pernah lewat atau berkunjung ke tanah kelahiran-kampung halamanku, Porong. Kau kan dapati hamparan sawah menghijau dengan latar gunung Penanggungan di belakangnya. Udaranya yang tak sepanas Surabaya, dan tak sedingin kota Batu ataupun Malang itu membuat siapa pun betah berlama-lama di kawasan yang terkenal dengan makanan khas tahu campur dan ote-otenya itu. Kampung halamanku juga jauh dari potensi tsunami dan letusan gunung berapi;  karena secara geografis, tanah gemah ripah loh jinawi itu jauh dari kawasan pesisir dan pegunungan tinggi. Selain melihat indahnya pemandangan alam yang masih alami, disana kau juga bisa memuaskan dahaga ilmu agamamu.

Lewatlah sesekali melintasi jalan raya Porong. Bila kau melihat ada sebuah masjid di sebelah utara SPBU, itulah Masjid Nurul Azhar yang terkenal itu. Dari bentuk fisik bangunan tak sebesar Masjid Al Akbar, namun pamor Masjid bersejarah itu tak kalah menasional. Disanalah tonggak peradaban dan pencerahan ilmu di tancapkan. Kau tak hanya diajari baca tulis Al Quran, kau bisa belajar mentadabburi dan mengkaji FirmanNya bersama para jamaah pengajian yang hampir tiap hari menimba ilmu tuk bekal akhirat itu.