Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

Blog Darul Setiawan

Manusia Biasa yang Ingin Mengagungkan PenciptaNya

17 January 2012

Inspirasi dari Pedjoeang




Saat merapikan tumpukan buku di lemari kecil, mata saya terpaut sebuah buku diantara buku-buku lain yang saling tumpang tindih. Sampul buku yang berwarna putih dan bergambar karikatur penulisnya tersebut, mengingatkan saya tentang asal-usul buku inspiratif tersebut. 

Judul buku kecil itu cukup membuat siapa saja menjadi penasaran tentang isinya, belum lagi jika tahu latar belakang penulisnya yang penuh semangat dan tak pernah menyerah dengan keadaan, dan mengibaratkan kehidupan yang dijalaninya sekarang sebagai medan perdjoeangan yang takkan pernah berujung. 


Melalui motto “Hidup adalah Perdjoeangan”, Romi Satrio Wahono, yang akrab disapa mas Romi (namun sekarang menjadi Pak Romi) menulis apa yang dialami, dirasakan, didengar, dilihat, dan segala sesuatu yang pernah ditangkap oleh panca inderanya. Sampai-sampai beliau mengibaratkan untuk menulis yang baik tidak cukup menggunakan hati. Namun juga harus melibatkan kaki, tangan, telinga, dan seluruh anggota badan lainnya, agar tulisan tersebut dapat menjadi baik, dan tak hanya sekedar baik- menurut pandangan M. Fauzil Adhim (tambahan penulis-red).

"Dapat Apa sich dari Universitas?" menjadi judul dari sebuah buku yang isinya berupa catatan-catatan dari sebuah blog milik sang penulis. Dengan bekal sepuluh tahun berkelana mencari ilmu di negeri matahari terbit, Jepang, beliau ingin memberikan pencerahan kepada siapa saja yang ingin belajar ilmu komputer secara gratis..tis. Melalui blog RomiSatrioWahono.net dan situs ilmukomputer.com, beliau bertekad menyebarkan virus ilmu pengetahuan untuk siapa saja tanpa membedakan latar belakang, suku, ras, agama, maupun nasab keturunan. Dengan slogan “ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya” Beliau berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memotivasi para generasi muda agar haus dan tamak ilmu, bukan tamak harta. 

Beliau menceritakan dalam bukunya, tak mudah memang memulai perdjoeangan. Butuh pengorbanan yang tak sedikit, tak hanya fisik dan mental, namun juga materi dan waktu juga dituntut lebih banyak agar dapat berhasil. Seperti saat beliau menceritakan pengalaman pertama kalinya masuk Universitas di Jepang. Dengan bekal penguasaan bahasa jepang yang dikiranya sudah mumpuni untuk mengarungi dunia keilmuan di Jepang,  ternyata salah besar. Penguasaan bahasa jepangnya ternyata hanya sampai dalam taraf penguasaan bahasa jepangnmya anak-anak SD dan SMP. Alhasil, awa-awal masuk kuliah beliau harus ketinggalan dengan rekan-rekannya sesame mahasiswa jepang yang lain. Bayangkan, ketika teman-temannya sesama mahasiswa berhasil  menyelesaikan satu halaman buku dalam tempo dua sampai tiga menit, sedangkan beliau kala itu harus memeras otak dan mata lebih lama selama 30 menit. 

Maka tak ada jalan lain kecuali dengan banyak belajar. banyak membaca, banyak membeli buku, dan banyak mengurangi tidur. Ya, mengurangi tidur merupakan satu dari beberapa tips sukses ala Romi Satrio Wahono. Tips lainnya yaitu banyak minum air putih dan banyak membaca biografi tokoh-tokoh hebat (tujuannya jelas, supaya kita banyak belajar dari perjalanan hidup sang tokoh tersebut). Beliau sendiri, menceritakan dalam bukunya, tidak pernah pulang dari kantornya sebelum jam dinding berdentang sebanyak dua belas kali. Prinsip hidup yang dipegangnya pun luar biasa: tak apa mati muda, asal berguna. Buat apa panjang usia, kalau hidupnya hanya membuat susah dan tak memberikan kontribusi apa-apa, Subhanallah..!! Tak mengherankan, jika beliau tak hanya mengusai bidang komputer alias spesialis computer, namun juga menjadi seorang versatilist, yang tak hanya menguasai satu bidang tertentu, namun dapat berbicara lebih dari satu bidang disiplin ilmu. Istilahnya adalah kutu loncat, yang dapat hinggap kesana kemari, karena kemahiran ilmu yang dimiliki. Seperti yang beliau tuangkan dalam goresan yang ada daam bukunya. Secara tersirat, beliau memiliki kemampuan manajemen, agama, politik, sosial dan bakat menyederhanakan sesuatu yang dianggap sulit menjadi lebih mudah. Dengan pengalamannya yang segudang, beliau pun seolah menjadi seorang konsultan dan psikolog yang memberikan jalan keluar terhadap setiap mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam meraih IPK tinggi, atau yang sedang galau dan kurang semangat dalam kuliah. Tips yang diberikan pun rasional, halalan thayyiban, dan simple. 

Tak banyak yang dapat ditulis, selain rasa kekaguman saya terhadap beliau. Ucapan terimakasih yang terhingga, sehingga saya dapat termotivasi untuk menuliskan sesuatu. Dan pada akhirnya, motivasi tersebut, saya tuangkan dalam blog seperti yang pernah beliau pesankan dalam buku. Rasanya ada kerinduan menantikan karya-karya beliau yang lain, maturnuwun Pak Romi Satrio Wahono. Tetap dalam Perdjoeangan..!!


15 January 2012

Fungsi Sistem Respirasi


SISTEM RESPIRASI
SISTEM PERNAFASAN

           
            Fungsi sistem respirasi
            Pertukaran antara O2 dan CO2 antara organisme dan lingkungan.
            Jadi, sistem respirasi menyediakan oksigen (O2) bagi tubuh dan membuang karbondioksida (CO2) dari tubuh. O2 yang dihirup, dipakai untuk metabolisme dalam sel, dan CO2 yang dibuang sistem respirasi adalah hasil akhir metabolisme di dalam sel.
Frekuensi pernafasan: 12-16 kali permenit.

            Paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung udara (=alveoli). Jika alveoli dibentangkan, luas permukaannya lebih kurang 90 m2. Di alveoli inilah, terjadi pertukaran O2 dan CO2.


            Paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua.: Pleura viseral, yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru, dan pleura parietal, yaitu selaput paru yang melapisi bagian dalam dinding dada. Antara kedua pleura ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini dalam keadaan vakum/ hampa udara, sehingga paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaannya (pleura), menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada dimana ketika bernafas.
            Sistem kardiovaskuler dan sistem respirasi bekerja bersama-sama, menyediakan O2 untuk jaringan/ sel-sel dan membuang CO2 dari jaringan/ sel-sel. Transportasi ini melibatkan 4 proses:
  1. Ventilasi paru, bernafas
  2. Difusi paru, pertukaran O2 dan Co2 antara paru dan darah
  3. Transport O2 lewat darah
  4. Difusi di tingkat kapiler, pertukaran O2 dan CO2 antara darah (kapiler) dan jaringan.
Dua proses pertama dinamakan respirasi eksternal, sedang yang ke-4 adalah respirasi internal.

Saluran Nafas dan Paru:

Saluran nafas dimulai dari lubang hidung yang merupakan pintu keluar masuk udara.
Fungsi rongga hidung: Menghangatkan udara, Melembabkan udara, Menyaring udara (dengan bulu-bulu hidung, lapisan mukosa, silia dan dinding-dinding penghalang). Tidak ada partikel yang berdiameter lebih besar daripada 4-6 mikron yang dapat memasuki paru, bila udara memasuki hidung. Partikel asap rokok ukurannya kira-kira 0,3 mikron sehingga dapat mencapai alveoli.

Refleks batuk:
Refleks batuk penting bagi kehidupan, karena merupakan cara mempertahankan saluran udara paru bebas dari benda asing. Bronchus, trachea sangat peka, sehingga benda asing apapun akan menimbulkan refleks batuk.
Refleks bersin:
Refleks bersin mirip dengan refleks batuk, bedanya ia berlangsung pada saluran hidung, bukan saluran pernafasan bagian bawah.

Dari rongga hidung, udara melanjutkan perjalanannya ke pharynxà larynx --> trachea --> bronchus --> bronchilus --> bronchiolus terminalis --> bronchiolus respiratorius --> ductus alveolaris --> sacus alveolaris --> alveoli.

Proses pertukaran gas terjadi mulai dari bronchiolus respiratorius sampai alveoli (tetapi terutama di alveoli). Dinding alveoli sangat tipis dan mengandung pembuluh darah kapiler. Gas-gas dapat berdifusi dengan mudah karena dinding alveoli sangat tipis. Luas dinding alveoli pada kedua paru: 70-90 m2.


Rongga dada
Rongga dada adalah ruangan dimana sebagian besar ditempati oleh paru. Rongga dada dibentuk oleh 12 vertebrata thoracales, 12 pasang costae, sternum. Sebelah atas rongga dada ini terbuka sedang sebelah bawah dibatasi diafragma. Sikap diafragma dalam keadaan istirahat melengkung keatas (ekspirasi), sikapnya akan mendatar bila otot-ototnya berkontraksi (inspirasi) (gambar)
Pada waktu inspirasi, volume rongga dada naik, karena ada pengembangan rongga dada ke arah sefalokaudal dan anteroposterior. Pendataran diafragma pada waktu inspirasi akan menambah arah sefalokaudal sehingga mendesak isi rongga perut. Pernafasan cara ini disebut pernafasan abdominal. Pada inspirasi yang kuat, pengembangan arah anteroposterior disebut pernafasan kostal. Umumnya pernafasan menggunakan kedua cara ini, dan disebut pernafasan kosto-abdominal.
Inspirasi normal terutama disebabkan oleh kontraksi diafragma dan otot-otot intercostalis externa. Ekspirasi, biasanya merupakan proses yang pasif. Mengempisnya rongga dada kembali ke keadaan semula karenapengaruh berat costa dan elastisitas paru. Bila ada kesukaran bernafas atau ekspirasi kuat, otot-otot ekspirasi bekerja.


Pengaturan Pernafasan
Meskipun otot-otot pernafasan berperan dalam membantu kelancaran gerakan udara keluar masuk paru, namun kontrol utama dari pernafasan secara otomatis berasal dari timbulnya impuls saraf secara ritmis pada bagian otot, yang bernama Medulla Oblongata dan Pons.

Refleks Hearing-Breur
-          Bila paru menjadi teregang, reseptor regang mengirim impuls ke pusat pernafasan yang mana mereka menghambat inspirasi, sehingga akan menghalangi pengembangan selanjutnya, disebut refleks pengembangan Hering-Breur
-          Bila reseptor regang menjadi tak teregang lagi (selama ekspirasi), impuls dari reseptor ini berhenti, sehingga memungkinkan inspirasi mulai lagi, disebut refleks pengempisan Hering-Breur.

Faktor-faktor Kimia yang Memacu Pusat Respirasi
Tekanan karbondioksida, kadar ion Hidrogen dan tekanan Oksigen,
1.    Peningkatan sedikit tekanan CO2 pada daerah arterial, mempunnyai pengarug sangat kuat pada pusat respirasi, sehingga ventilasi naik dan dalamnya tarikan juga naik (harga ventilasi alveolar dapat melipat 10x diatas normal)
2.    Kadar  ion Hidrogen yang meningkat dalam cairan tubuh akan meningkatkan ventilasi (maksimal meningkat 5x di atas normal)
3.    Penurunan tekanan O2 akibat konsumsi pada kerja, dapat meningkatkan freqkuensi dan dalamnya tarikan nafas (meningkat 1 2/3 x normal)


VENTILASI PARU
            Ventilasi paru lebih sering disebut bernafas, dalam istilah awam, memasukkan udara ke paru dan mengluarkan udara dari paru.
Ventilasi Paru adalah udara yang diekspirasikan atau diinspirasikan per menit.
Pada orang dewasa normal = 5-8liter/ menit. Pada keadaan kerja keras dalam waktu pendek dapat meningkat menjadi 120 liter/ menit pada wanita, 180 liter/ menit pada pria. Pada olahragawan terlatih dapat mencapai lebih dari 200 liter/ menit.
Kenaikan ventilasi paru akibat kenaikan frekuensi pernafasan (istirahat 12-16 x per menit, waktu berolahraga: 50-60 x per menit) dan peningkatan volume tidal (istirahat: 0,5 liter, olahraga: 3 liter)
Volume Tidal: volume udara yang diinspirasikan dan diekspirasikan dengan setiap pernafasan normal. Jumlahnya: 500 ml pada dewasa muda normal
Ruang Mati/ Dead Space: udara yang mengisi saluran pernafasan pada setiap tarikan nafas. Udara ini tidak berguna untuk oksigenasi darah. Jadi volume udara yang memasuki alveolus pada setiap inspirasi sama dengan tidal volume dikurangi volume ruang mati. (volume ruang mati normal = 150 ml)